Kondisi sanitasi yang buruk di kamp pengungsian sering kali menjadi pemicu utama munculnya berbagai gangguan kesehatan bagi para korban bencana. Salah satu keluhan yang paling sering ditemui adalah masalah kulit, seperti gatal-gatal, infeksi jamur, scabies, hingga dermatitis. Tim PMI Bogor secara rutin memberikan edukasi dan layanan kesehatan lapangan untuk memastikan para pengungsi dapat menjaga kebersihan diri dan lingkungan dengan cara yang sederhana namun sangat efektif.

Masalah kulit di pengungsian biasanya muncul karena kepadatan hunian yang tinggi dan kurangnya akses terhadap air bersih. Dalam kondisi ini, kuman dan parasit dapat berpindah dengan sangat cepat dari satu orang ke orang lain. Tips utama yang diberikan oleh tim PMI Bogor adalah pentingnya memisahkan peralatan pribadi, seperti handuk, pakaian, dan perlengkapan mandi. Jangan pernah berbagi barang-barang pribadi, karena ini adalah rute penularan yang paling umum terjadi di dalam tenda pengungsian yang sempit.

Selain itu, menjaga kelembapan tubuh adalah kunci dalam meminimalkan iritasi. Di pengungsian yang panas, keringat yang menumpuk di balik pakaian dapat menjadi tempat berkembang biak jamur kulit. Relawan PMI selalu menyarankan pengungsi untuk sesegera mungkin mengganti pakaian setelah melakukan aktivitas fisik, serta mengusahakan tubuh dalam kondisi bersih dan kering. Jika memungkinkan, gunakan pakaian yang longgar dan berbahan menyerap keringat agar sirkulasi udara di permukaan kulit tetap terjaga.

Nutrisi juga berperan penting dalam ketahanan kulit terhadap infeksi. Kekurangan vitamin dan mineral dapat membuat sistem kekebalan tubuh menurun, sehingga kulit lebih mudah terpapar penyakit. PMI Bogor sering bekerja sama dengan tim gizi untuk memastikan asupan makanan bagi pengungsi cukup bergizi. Edukasi mengenai pentingnya konsumsi buah dan sayur yang tersedia di dapur umum menjadi bagian dari kampanye hidup sehat yang digalakkan oleh relawan di lokasi bencana untuk mempercepat proses penyembuhan dari dalam.

Tindakan preventif lainnya adalah menjaga kebersihan lingkungan hunian sementara. PMI Bogor rutin melakukan penyemprotan disinfektan dan memastikan pengelolaan sampah di kamp berjalan dengan baik. Sampah yang menumpuk bisa menarik serangga pembawa penyakit yang dapat menyebabkan luka pada kulit. Dengan menjaga lingkungan tetap kering dan bersih, risiko penyebaran penyakit menular secara drastis dapat ditekan. Pengungsi juga diajarkan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah beraktivitas, terutama sebelum menyentuh bagian kulit yang sedang iritasi.