Aktivitas penjelajahan alam bebas di kawasan pegunungan menyimpan risiko penurunan suhu inti tubuh secara drastis akibat paparan cuaca dingin ekstrem. Saat menikmati aktivitas luar ruangan, selain mengantisipasi risiko fisik seperti pergelangan kaki keseleo di jalur pendakian, pemahaman prosedur pertolongan pertama pada kondisi korban mengalami menggigil hebat menjadi keterampilan bertahan hidup wajib. Penanganan hipotermia secara cepat mencegah terjadinya penurunan kesadaran serta kegagalan fungsi organ dalam.

Gejala awal ditandai dengan respon refleks otot berupa gemetar kuat tak terkontrol saat tubuh berjuang mempertahankan suhu inti stabil. Penderita hipotermia juga mulai menunjukkan penurunan respon, bicara tidak jelas atau terputus-putus, serta jemari tangan yang menjadi kaku dan pucat. Kondisi menggigil hebat ini menjadi peringatan kritis bahwa cadangan energi pemanas tubuh mulai habis tergerus dingin.

Langkah pertolongan pertama yang paling utama adalah segera memindahkan korban ke dalam tenda tempat perlindungan yang kering dan terhindar dari tupan angin malam. Lepaskan seluruh pakaian basah atau lembap yang melekat pada tubuh korban secara perlahan tanpa banyak mengguncang fisiknya. Basah pada pakaian mempercepat proses pelepasan suhu panas tubuh ke udara sekitar secara signifikan.

Gantikan segera dengan pakaian kering yang tebal serta bungkus seluruh tubuh korban menggunakan kantong tidur (sleeping bag) atau selimut thermal emergency. Berikan alas matras tebal di bawah tubuh korban menggigil hebat untuk memutus kontak langsung dengan dinginnya permukaan tanah malam hari. Lindungi bagian kepala korban menggunakan kupluk wol karena area kepala memancarkan panas tubuh cukup besar.

Jika korban dalam kondisi sadar penuh, berikan minuman hangat bernutrisi seperti teh manis hangat atau kaldu sup guna meningkatkan suhu inti dari dalam. Hindari memberikan minuman beralkohol atau kopi karena senyawa tersebut justru memperlebar pembuluh darah dan mempercepat kehilangan panas tubuh. Lakukan kontak dada ke dada (skin-to-skin) bersama teman pendamping jika kondisi darurat membutuhkan kehangatan tambahan.

Jangan menggosok atau memijat kulit korban secara kasar karena dapat merusak jaringan pembuluh darah yang sedang menyempit sensitif. Jika kesadaran penderita terus menurun, segera evakuasi korban menuju pos pendakian terdekat untuk mendapatkan bantuan medis medis lebih lanjut. Kesiapan peralatan dan pengetahuan darurat merupakan kunci utama keselamatan dalam setiap petualangan alam bebas.