Fase pasca-bencana tidak hanya ditandai dengan kerusakan fisik, tetapi juga kerentanan kesehatan jangka panjang. Ketika masyarakat mulai pindah dari tenda darurat ke hunian transisi atau kembali ke rumah, risiko penyakit menular dan masalah kesehatan lingkungan tetap tinggi. Oleh karena itu, Cegah Sakit: Program PMI Ajarkan Hidup Sehat Setelah Bencana menjadi intervensi krusial dalam tahap pemulihan. Program PMI Ajarkan Hidup Sehat adalah pendekatan proaktif yang bertujuan untuk Cegah Sakit dengan memperkuat kapasitas komunitas dalam menjaga sanitasi dan kesehatan pribadi, sehingga korban bencana dapat membangun kembali kehidupan mereka dengan kondisi fisik yang optimal.

Pendekatan Program PMI Ajarkan Hidup Sehat didasarkan pada prinsip bahwa pencegahan jauh lebih efektif dan hemat biaya daripada pengobatan. Edukasi ini tidak berhenti saat krisis akut selesai; justru berlanjut hingga fase rehabilitasi. Materi yang disampaikan mencakup pengelolaan sampah rumah tangga yang benar, pengolahan air minum yang aman (misalnya melalui teknik penjernihan sederhana atau penggunaan klorin), dan pentingnya nutrisi seimbang, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan. Program ini sering kali melibatkan pembentukan Kader Kesehatan PMI dari kalangan masyarakat lokal sendiri, yang bertugas menyebarkan informasi dan memonitor kesehatan komunitas secara berkelanjutan.

Salah satu fokus utama dalam upaya Cegah Sakit ini adalah restorasi fasilitas sanitasi dan kebersihan di tingkat rumah tangga. PMI tidak hanya memberikan bantuan Hygiene Kit, tetapi juga memberikan pelatihan tentang cara membangun kembali toilet keluarga yang higienis dan membuat saluran drainase sederhana di lingkungan rumah. Dalam program pemulihan pasca-gempa di suatu wilayah pada 12 Agustus 2026, PMI melatih 150 keluarga untuk membuat Septic Tank sederhana yang aman, yang diharapkan dapat mengurangi kontaminasi air tanah secara signifikan.

Untuk memastikan keberlanjutan program, PMI bekerja sama erat dengan Puskesmas setempat dan aparat keamanan. Kegiatan edukasi PHBS di tingkat desa/kampung dikoordinasikan rutin setiap hari Kamis, pukul 14:00 WIB. Kepala Kepolisian Sektor setempat, Inspektur Dua (Ipda) Bunga Lestari, dalam pertemuan perencanaan rekonstruksi kesehatan pada 5 September 2026, menjamin dukungan pengamanan distribusi Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) kit dan fasilitas kesehatan portabel. Dengan penekanan yang kuat pada pencegahan melalui Program PMI Ajarkan Hidup Sehat, masyarakat pasca-bencana memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan untuk Cegah Sakit dan membangun kembali komunitas yang lebih tangguh.