Ketika bencana atau krisis terjadi, respons kemanusiaan yang cepat dan berkelanjutan adalah kunci untuk menyelamatkan nyawa dan meringankan penderitaan. Di balik setiap operasi pertolongan, terdapat sosok-sosok yang bekerja tanpa lelah, mengorbankan waktu pribadi demi kemanusiaan: para relawan Palang Merah Indonesia (PMI). Artikel ini akan mengangkat Kisah Dedikasi Relawan PMI 24 Jam, menyoroti semangat tanpa pamrih dan komitmen luar biasa yang mereka tunjukkan di garis depan, dari menit pertama insiden hingga fase pemulihan. Relawan PMI adalah jantung dari setiap aksi kemanusiaan di Indonesia, siap sedia sepanjang waktu, terlepas dari risiko dan kesulitan medan.

Komitmen 24 jam ini bukanlah sekadar slogan, melainkan praktik operasional standar di PMI. Sebagai contoh, saat terjadi letusan dahsyat Gunung Agung di Bali pada tahun 2017, tim Assessment dan Evakuasi PMI harus siaga penuh. Salah satu relawan senior, Bapak Made Wirawan, seorang relawan Palang Merah sejak 2005, mencatat bahwa selama dua minggu pertama status siaga tertinggi, ia dan timnya bekerja dalam sistem shift padat, bergantian setiap 12 jam. Dedikasi ini penting karena informasi mengenai aktivitas gunung dapat berubah setiap saat, dan evakuasi harus dilakukan segera. Bapak Made Wirawan bahkan merayakan ulang tahunnya di posko pengungsian di Desa Rendang, Karangasem, pada tanggal 20 Desember 2017, jauh dari keluarganya.

Kisah Dedikasi Relawan PMI 24 Jam juga terlihat dalam operasi non-bencana, seperti pelayanan unit donor darah. Relawan UDD seringkali harus bergerak cepat pada malam hari atau akhir pekan untuk memenuhi kebutuhan darah mendesak dari rumah sakit. Petugas UDD PMI Cabang Kota Surabaya, Saudari Devi Amalia, pernah harus mengaktifkan mobil unit donor pada Pukul 02:00 WIB dini hari di bulan Ramadhan untuk mencari golongan darah langka yang dibutuhkan pasien kritis. Tindakan cepat ini menunjukkan bahwa komitmen mereka melampaui jam kerja normal.

Selain kesiapan fisik, relawan juga memberikan dukungan psikologis yang tak kenal waktu. Mereka sering menjadi pendengar pertama bagi korban trauma di posko pengungsian. Selama penanganan banjir di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada awal tahun 2023, relawan Dukungan Psikososial (DukPsos) PMI harus bergantian menemani anak-anak yang kesulitan tidur karena ketakutan. Komandan Posko PMI di Balai Desa Jakenan, Bapak Sigit Pramono, memastikan bahwa setiap relawan juga diberikan waktu istirahat yang cukup setiap Lima hari sekali untuk mencegah kelelahan berlebihan. Meskipun harus mengorbankan kenyamanan pribadi, Kisah Dedikasi Relawan PMI 24 Jam ini adalah bukti nyata dari prinsip kemanusiaan dan kesukarelaan yang dijunjung tinggi oleh Palang Merah.