Dalam situasi bencana, dampak psikologis sering kali sama beratnya dengan kerusakan fisik. Memahami hal ini, Palang Merah Indonesia (PMI) hadir dengan Layanan Psikososial (LDP) yang dirancang khusus untuk menjaga kesehatan mental para pengungsi di penampungan. Layanan Psikososial ini bertujuan untuk membantu korban bencana mengatasi trauma, kecemasan, dan kesedihan, sehingga mereka dapat kembali bangkit dan menata ulang kehidupan. Dengan pendekatan yang empatik dan personal, PMI membuktikan bahwa pemulihan sejati mencakup aspek fisik dan batin.

Kehadiran Layanan Psikososial menjadi sangat penting karena bencana dapat memicu berbagai reaksi emosional, mulai dari rasa takut, bingung, hingga depresi. Tim LDP PMI terdiri dari relawan yang telah dilatih secara khusus untuk memberikan dukungan emosional tanpa menghakimi. Pada hari Sabtu, 22 November 2025, tim LDP PMI Cabang Kabupaten Lumajang mengadakan sesi bermain dan bercerita untuk anak-anak di salah satu posko pengungsian Gunung Semeru. Melalui permainan interaktif dan media seni, anak-anak diajak untuk mengekspresikan perasaan mereka dan berinteraksi dengan teman sebaya. Kegiatan ini terbukti efektif dalam mengurangi ketegangan dan mengembalikan keceriaan anak-anak di tengah kondisi yang serba tidak menentu.

Selain anak-anak, Layanan Psikososial juga menargetkan orang dewasa. Pada tanggal 25 November 2025, tim LDP PMI mengadakan sesi konseling kelompok di posko pengungsian di Kabupaten Karangasem, Bali, yang terdampak erupsi gunung. Sesi ini memberikan ruang aman bagi para pengungsi untuk saling berbagi cerita, kekhawatiran, dan pengalaman traumatis yang mereka alami. Berbagi beban emosional dengan orang lain yang memiliki pengalaman serupa dapat menjadi terapi yang sangat kuat. Tim LDP juga memberikan edukasi dasar tentang mekanisme koping yang sehat, membantu para pengungsi menemukan cara-cara positif untuk menghadapi stres.

PMI menyadari bahwa pemulihan psikologis membutuhkan waktu dan proses yang berkelanjutan. Oleh karena itu, Layanan Psikososial tidak berhenti setelah kondisi mereda. PMI terus memantau perkembangan kondisi mental para pengungsi dan memberikan dukungan lanjutan jika diperlukan. Laporan dari PMI Pusat per 29 November 2025 mencatat bahwa program LDP telah berhasil membantu ribuan korban bencana di seluruh Indonesia untuk menemukan kembali harapan. PMI percaya bahwa dengan memulihkan jiwa yang terluka, masyarakat akan memiliki kekuatan untuk membangun kembali kehidupan mereka dan menjadi lebih tangguh di masa depan.