Wilayah Jawa bagian timur merupakan salah satu zona vulkanik paling aktif di dunia, dengan beberapa gunung api yang memiliki catatan sejarah aktivitas sangat tinggi. Upaya untuk terus meningkatkan skill dalam penanganan bencana menjadi prioritas bagi relawan PMI di wilayah Jawa Timur agar selalu siap menghadapi ancaman erupsi gunung berapi. Penguasaan skill lapangan yang berkaitan dengan evakuasi di area berdebu vulkanik, penggunaan masker pelindung yang benar, hingga manajemen pengungsian dalam skala besar menjadi materi pelatihan yang terus diperdalam oleh para personil kemanusiaan agar dapat bergerak cepat dan efisien saat status gunung meningkat ke level siaga atau awas.
Meningkatkan skill lapangan saat terjadi erupsi melibatkan teknik penyelamatan di medan yang terpapar abu panas dan material vulkanik. Relawan PMI Jawa Timur dilatih untuk memahami zona bahaya dan koordinasi arah angin agar tidak terjebak saat melakukan evakuasi warga. Skill lapangan medis juga difokuskan pada penanganan gangguan pernapasan akut (ISPA) dan iritasi mata yang sangat umum terjadi selama erupsi. Kecepatan dalam mendirikan tenda darurat yang kedap abu dan dapur umum yang higienis di tengah hujan abu menjadi tolak ukur profesionalisme mereka dalam memberikan perlindungan bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal sementara.
Selain aspek teknis, meningkatkan skill komunikasi darurat juga sangat krusial selama erupsi berlangsung. Relawan PMI harus mampu mengoperasikan alat komunikasi satelit saat jaringan seluler terputus akibat gangguan atmosfer vulkanik. Skill lapangan ini sangat penting untuk memberikan laporan real-time mengenai jumlah pengungsi dan kebutuhan logistik yang mendesak. Di Jawa Timur, relawan juga dibekali kemampuan manajemen psikososial bagi penyintas erupsi yang sering kali mengalami keputusasaan karena lahan pertanian dan ternak mereka hancur. Kesiapan mental relawan sendiri juga terus ditingkatkan agar mereka tidak mengalami kelelahan emosional di tengah kondisi lapangan yang mencekam.
Kolaborasi antar cabang di Jawa Timur sangat kuat saat menghadapi erupsi gunung berapi besar. Upaya meningkatkan skill lapangan dilakukan secara kolektif melalui latihan gabungan di lereng gunung api saat kondisi masih tenang. Relawan PMI belajar dari pengalaman sejarah erupsi masa lalu untuk memperbaiki prosedur operasi standar yang ada. Dedikasi mereka dalam mengasah keahlian ini memberikan rasa aman bagi warga yang tinggal di kawasan rawan bencana. Dengan skill lapangan yang mumpuni, para relawan siap menjadi garda terdepan, memastikan bahwa setiap proses penyelamatan dan bantuan dilakukan dengan tingkat keberhasilan yang tinggi demi keselamatan seluruh rakyat Jawa Timur.
