Sebagai daerah yang didominasi oleh perairan luas, kemampuan untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan air menjadi kompetensi wajib bagi para pejuang kemanusiaan di wilayah timur. Program pelatihan relawan yang dijalankan secara rutin difokuskan pada penguasaan teknik renang penyelamatan dan penggunaan perahu karet dalam cuaca ekstrem. Para peserta dididik untuk selalu dalam kondisi siaga hadapi segala kemungkinan kecelakaan transportasi laut maupun bencana alam pesisir yang bisa terjadi kapan saja. Mengingat karakteristik wilayah Maluku yang terdiri dari ribuan pulau, kecepatan respons terhadap keadaan darurat di perairan sangat menentukan tingkat keberhasilan evakuasi korban. Keahlian ini dikembangkan melalui simulasi yang dilakukan langsung di laut lepas dengan gelombang yang cukup menantang adrenalin para peserta.

Materi pelatihan mencakup navigasi darat dan laut, penggunaan sinyal SOS, hingga penanganan medis dasar bagi korban tenggelam atau hipotermia. Pelatihan relawan ini melibatkan instruktur dari Badan SAR Nasional untuk memastikan standar operasional yang digunakan sudah sesuai dengan prosedur internasional. Bagi masyarakat di kepulauan Maluku, laut bukan hanya sumber mata pencaharian, tetapi juga jalur utama mobilitas yang memiliki risiko tinggi saat musim angin kencang tiba. Sikap siaga hadapi ancaman badai laut diajarkan melalui pemantauan prakiraan cuaca secara harian agar tim dapat memberikan peringatan dini kepada nelayan lokal. Respon terhadap keadaan darurat yang cepat akan meminimalisir angka kehilangan nyawa saat terjadi musibah kecelakaan kapal di laut.

Selain keterampilan teknis, penguatan mental dan daya tahan fisik juga menjadi fokus utama dalam setiap sesi latihan di pinggir pantai. Menjadi bagian dari pelatihan relawan berarti siap bekerja dalam kondisi basah dan dingin di tengah malam demi menyelamatkan nyawa orang lain. Di wilayah Maluku, sinergi antara relawan PMI dan masyarakat nelayan sangat kuat, sehingga proses pertukaran informasi mengenai titik koordinat kecelakaan menjadi lebih lancar. Kesiapsiagaan untuk siaga hadapi krisis di perairan harus dibarengi dengan pemeliharaan armada kapal penyelamat yang rutin dilakukan setiap bulan. Setiap insiden atau keadaan darurat yang ditangani dengan profesional akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga kemanusiaan yang bertugas di laut nusantara.

Edukasi mengenai keselamatan pelayaran juga diberikan kepada anak-anak sekolah dan pemilik transportasi speedboat di dermaga-dermaga rakyat. Program pelatihan relawan ini juga mencakup cara penggunaan alat keselamatan seperti life jacket dan pelampung secara benar agar risiko kecelakaan dapat dikurangi sejak dini. Provinsi Maluku dengan keindahan baharinya memiliki tantangan ombak yang sering kali tidak bisa diprediksi oleh pelaut pemula. Oleh karena itu, kemampuan untuk tetap siaga hadapi dinamika alam laut adalah kunci untuk tetap bertahan hidup di daerah kepulauan. Semua upaya dalam menangani keadaan darurat merupakan bentuk bakti sosial yang nyata dari para pemuda-pemudi yang mendedikasikan hidupnya untuk kemanusiaan di laut.