Genangan air banjir yang tercemar limbah dan kotoran penampungan menjadi sarang berkembang biaknya jamur serta bakteri penyakit kulit. Setelah air genangan mulai surut, masalah kesehatan baru muncul di mana ratusan warga pengungsi mengeluhkan timbulnya ruam merah dan rasa perih. Penyakit kutu air, kurap, dan eksim basah menyebar dengan cepat akibat paparan air kotor serta kondisi penampungan yang lembap. PMI Bogor bergerak cepat menyalurkan paket bantuan obat luar khusus guna mengatasi masalah gatal dan iritasi kulit yang menjangkiti warga korban banjir.

Paket bantuan medis tersebut berisi salep antijamur, krim antibiotik kulit, bedak kocok kalamin, serta sabun antiseptik khusus. Penggunaan obat topikal ini sangat efektif meredakan rasa gatal hebat, membunuh spora jamur, serta mencegah infeksi sekunder akibat bekas garukan tangan. Tim medis PMI menginstruksikan warga untuk rutin mengoleskan salep setelah membersihkan kaki dan tangan dengan air bersih.

Layanan pengobatan penyakit kulit ini terintegrasi dengan posko pelayanan medis primer dan penyiapan ruang perawatan darurat bagi pengungsi. Warga yang mengalami masalah iritasi kulit parah dapat langsung diperiksa oleh dokter untuk mendapatkan kombinasi terapi obat minum dan obat luar. Penanganan medis yang cepat mencegah penularan penyakit kulit ke pengungsi lainnya di dalam tenda.

Relawan PMI Bogor juga membagikan edukasi kesehatan mengenai pentingnya menjaga kekeringan lipatan kulit dan segera mengganti pakaian yang basah. Pengungsi diimbau untuk tidak saling meminjamkan handuk atau pakaian guna memutus rantai penularan jamur kulit di penampungan. Pembagian sandal karet gratis juga dilakukan agar kaki warga tidak berhubungan langsung dengan lumpur sisa banjir.

Intervensi penanganan obat luar ini membuahkan hasil nyata dalam menekan angka penderita keluhan penyakit kulit di wilayah terdampak banjir Bogor. Rasa gatal dan perih yang dialami warga bertahap berkurang, sehingga warga dapat beristirahat malam dengan lebih tenang dan nyaman. Kesejahteraan dan kesehatan fisik masyarakat pengungsi pun bertahap membaik.

Aksi tanggap PMI Bogor dalam menyalurkan bantuan obat-obatan spesifik ini membuktikan kecermatan analisis kebutuhan medis pascabencana di lapangan. Penanganan keluhan medis sekunder seperti iritasi kulit sangat penting demi menjaga kualitas hidup pengungsi di masa sulit. PMI terus bersiap menyiagakan pasokan obat-obatan medis demi melayani masyarakat terdampak bencana.