Di tengah tantangan geografis Indonesia yang kompleks dan ancaman bencana alam yang tinggi, Palang Merah Indonesia (PMI) terus beradaptasi dengan mengintegrasikan teknologi canggih. PMI dan Inovasi Teknologi telah mengubah cara organisasi ini merespons krisis, terutama dalam fase vital penilaian cepat (Rapid Assessment) dan pemetaan bencana. Pemanfaatan drone (Unmanned Aerial Vehicles/UAV) dan aplikasi seluler bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan komponen inti yang memastikan informasi akurat didapatkan dalam waktu nyata, yang pada akhirnya mempercepat Aksi Cepat Tanggap dan distribusi bantuan. Kolaborasi antara PMI dan Inovasi Teknologi ini menjembatani kesenjangan informasi yang sering terjadi di lokasi terisolir pasca-bencana.


Peran Drone dalam Pemetaan Real-Time

Setelah bencana besar seperti gempa bumi atau tsunami, jalur akses darat seringkali terputus, dan pemetaan kerusakan secara visual konvensional memakan waktu berhari-hari. Di sini, drone muncul sebagai solusi revolusioner dalam upaya PMI dan Inovasi Teknologi.

Drone yang dioperasikan oleh Tim Relawan Khusus PMI dapat diterbangkan di atas zona bencana untuk menangkap citra udara beresolusi tinggi. Citra ini diolah menjadi peta ortofoto 3D hanya dalam hitungan jam. Data yang dihasilkan sangat krusial karena memberikan informasi spesifik mengenai:

  1. Aksesibilitas: Menentukan jalur darurat yang masih dapat dilewati oleh truk logistik atau ambulans.
  2. Tingkat Kerusakan: Mengukur jumlah rumah yang hancur total atau rusak ringan, yang digunakan untuk memperkirakan jumlah korban dan kebutuhan shelter.
  3. Lokasi Pengungsi: Mengidentifikasi secara akurat titik-titik kumpul (assembly points) atau lokasi pengungsian alami yang mungkin belum terdaftar oleh otoritas setempat.

Sebagai contoh, pasca-gempa di Palu, Sulawesi Tengah, pada tanggal 28 September 2018, Tim Disaster Response Unit PMI menggunakan drone untuk memetakan wilayah likuefaksi (liquefaction), membantu mengidentifikasi zona bahaya dan merencanakan lokasi relokasi sementara.


Aplikasi Mobile untuk Pengumpulan Data Lapangan

Selain drone, PMI dan Inovasi Teknologi memanfaatkan aplikasi seluler yang terhubung ke sistem Geografis (GIS) untuk pengumpulan data oleh relawan di lapangan. Aplikasi ini menggantikan formulir kertas yang rentan hilang atau rusak.

Setiap relawan Tim Penilai (Assessment Team) dibekali dengan tablet atau smartphone untuk memasukkan data yang mereka temukan di lapangan, seperti jenis bantuan yang paling dibutuhkan keluarga, jumlah lansia, atau kasus medis darurat. Data ini mencakup koordinat GPS yang akurat. Begitu data dimasukkan, secara otomatis data tersebut terkirim ke Pos Komando (Posko) utama dan langsung muncul di dasbor monitoring tim logistik. Hal ini memungkinkan Koordinator Logistik, Bapak Hendi Sumantri, yang bertugas di Posko Bencana di Pandeglang pada hari Senin, 10 November 2025, untuk memutuskan bahwa 1.200 unit Hygiene Kits harus segera diberangkatkan ke sektor B, karena data di aplikasi menunjukkan tingginya kebutuhan akan sanitasi di sana.

Kolaborasi Data dan Masa Depan Kesiapsiagaan

Integrasi data dari drone dan aplikasi lapangan menciptakan kesadaran situasional yang lebih baik bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, dan Polisi. Melalui pelatihan rutin yang didukung oleh Divisi TI PMI, PMI dan Inovasi Teknologi memastikan relawan memiliki keterampilan yang memadai untuk menggunakan alat-alat canggih ini. Dengan terus mendorong digitalisasi dan pemetaan presisi, PMI tidak hanya merespons bencana saat ini lebih cepat, tetapi juga membangun database risiko yang lebih kaya untuk perencanaan dan mitigasi di masa depan.