Dalam layanan transfusi darah, ada kalanya pasien kritis hanya membutuhkan satu komponen darah tertentu, bukan darah utuh (whole blood). Untuk memenuhi kebutuhan yang sangat spesifik dan mendesak ini, Palang Merah Indonesia (PMI) menjalankan Program Khusus Apheresis. Program Khusus Apheresis adalah metode canggih di mana pendonor mendonasikan komponen darah tunggal, seperti trombosit (platelet) atau plasma, sementara sisa komponen darah lainnya dikembalikan ke tubuh pendonor. Metode ini sangat krusial untuk pasien yang membutuhkan dosis tinggi komponen spesifik, seperti pasien kemoterapi atau penderita Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) dengan trombosit yang sangat rendah.
Proses Apheresis jauh lebih canggih daripada donor darah konvensional. Pendonor dihubungkan ke mesin Apheresis khusus yang bertindak sebagai sentrifugal mini. Mesin tersebut menarik darah dari satu lengan, memisahkan komponen darah yang dibutuhkan (misalnya trombosit), dan kemudian mengembalikan sisa komponen darah (sel darah merah, plasma, dan sel darah putih lainnya) ke tubuh pendonor melalui lengan yang sama atau lengan yang berbeda. Karena hanya sebagian kecil komponen yang diambil, proses ini meminimalkan kehilangan zat besi dan menjaga keseimbangan tubuh pendonor. Seluruh proses Program Khusus Apheresis ini biasanya memakan waktu lebih lama, yaitu antara 60 hingga 90 menit, dibandingkan dengan donor darah biasa yang hanya 10-15 menit.
Kelebihan utama dari Program Khusus Apheresis adalah kemampuan untuk mengumpulkan volume komponen darah yang jauh lebih besar dalam satu sesi dibandingkan jika komponen tersebut diolah dari darah utuh. Misalnya, satu donasi trombosit Apheresis setara dengan trombosit yang berasal dari sekitar 6 hingga 8 kantong darah utuh. Hal ini sangat penting karena pasien kritis, terutama anak-anak atau pasien onkologi, seringkali membutuhkan jumlah trombosit yang sangat tinggi untuk mencegah pendarahan fatal. Dokter Transfusi Darah PMI mengeluarkan permintaan untuk donor Apheresis pada kasus-kasus kritis di mana jumlah trombosit di bawah ambang batas aman (biasanya kurang dari 20.000/µL).
Karena sifatnya yang khusus dan intensif, Program Khusus Apheresis memiliki syarat pendonor yang lebih ketat. Pendonor harus memiliki jumlah trombosit yang tinggi dan berat badan minimal 55 kilogram. Selain itu, pendonor Apheresis memiliki interval donasi yang lebih pendek; mereka diizinkan mendonor trombosit setiap dua minggu sekali, jauh lebih sering daripada donor darah lengkap yang 12 minggu. Hal ini diizinkan karena sel darah merah—yang membutuhkan waktu pemulihan terlama—tidak diambil. Petugas Laboratorium UDD PMI melakukan pre-screening trombosit dan counselling khusus pada Hari Selasa dan Kamis sebelum donor dilakukan untuk menjamin keamanan pendonor dan kualitas komponen darah.
