Ketika bencana melanda, rumah sakit dan puskesmas seringkali menjadi korban kerusakan infrastruktur, membuat ribuan penyintas terputus dari layanan kesehatan mendasar. Dalam situasi kritis ini, Palang Merah Indonesia (PMI) mengandalkan sistem Klinik Bergerak yang gesit dan tangguh. Unit-unit medis bergerak ini adalah Solusi Perawatan Primer dan pertolongan pertama yang cepat, dirancang khusus untuk mencapai dan melayani komunitas di wilayah yang akses jalannya terputus atau fasilitas kesehatannya lumpuh total. Solusi Perawatan Primer ini menjamin bahwa korban tidak hanya mendapatkan perawatan darurat untuk luka trauma, tetapi juga penanganan penyakit umum yang kerap muncul di pengungsian. Mendirikan Solusi Perawatan Primer yang efisien adalah misi utama tim kesehatan PMI.


Desain dan Kesiapsiagaan Klinik Bergerak

Klinik Bergerak PMI dirancang untuk mobilitas dan kemandirian. Biasanya berupa mobil van atau truk yang telah dimodifikasi, dilengkapi dengan peralatan medis dasar, obat-obatan esensial, dan sumber daya logistik yang cukup untuk beroperasi minimal 48 jam tanpa pasokan ulang.

Fungsi utama Klinik Bergerak adalah:

  1. Pelayanan First Aid dan Triage: Menangani luka ringan, trauma akibat benturan, dan melakukan triage cepat untuk mengidentifikasi korban yang harus segera dirujuk ke rumah sakit rujukan utama.
  2. Penanganan Penyakit Umum: Di pengungsian, penyakit umum seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diare, dan penyakit kulit cepat menyebar. Klinik Bergerak menyediakan obat-obatan dasar untuk penyakit-penyakit ini.

Tim yang bertugas di Klinik Bergerak PMI adalah gabungan dokter, perawat, dan relawan yang dilatih. Setelah Gempa Lombok pada 2018, tim Klinik Bergerak PMI yang bermarkas di Posko Desa Sembalun Bumbung melayani rata-rata 150 pasien per hari selama minggu pertama, sebagian besar menderita ISPA dan luka robek.


Menjangkau Zona Terisolasi

Keunggulan Klinik Bergerak adalah kemampuannya menjangkau wilayah yang terisolasi. Jika akses jalan utama rusak, kendaraan Klinik Bergerak yang berjenis double cabin dapat menggunakan jalur alternatif atau jalan setapak. Dalam kasus di mana kendaraan tidak dapat masuk sama sekali, tim medis PMI akan membawa medical kit secara on-foot (berjalan kaki) atau menggunakan perahu (saat banjir), beroperasi sebagai Tim Kesehatan Mobile Kecil.

Klinik Bergerak ini juga berperan penting dalam manajemen kesehatan jangka menengah. Setelah fase darurat berlalu, tim ini akan berkoordinasi dengan otoritas kesehatan setempat (misalnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi) untuk menyelenggarakan Program Outreach, yaitu kunjungan terencana ke komunitas atau desa yang masih sulit menjangkau Puskesmas terdekat karena infrastruktur yang belum pulih. Kunjungan ini, yang biasanya dilakukan setiap Rabu dan Jumat, fokus pada kesehatan ibu dan anak, serta pemantauan penyakit kronis (seperti diabetes atau hipertensi).

PMI memastikan bahwa setiap kegiatan Klinik Bergerak dicatat secara rapi, termasuk tanggal pelayanan, jenis penyakit, dan jumlah obat yang diberikan, untuk menjamin akuntabilitas dan pelaporan yang akurat kepada otoritas terkait. Klinik Bergerak PMI adalah manifestasi nyata dari komitmen kemanusiaan: memastikan layanan kesehatan tidak terhenti, meskipun bencana telah merenggut segalanya.